Pages

Rabu, 29 Juli 2020




Oleh: Munawar, S.Fil.I, MA, Aktivis Muhammadiyah Way Kanan.

     Apa yang terbersit dalam hati, dengan kata Muhammadiyah? Jawaban dari pertanyaan itu, pasti berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah Organisasi Islam. Ada juga yang mengatakan gerakan amar ma’ruf nahi mungkar. Muhammadiyah adalah organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Tentu masih banyak lagi jawaban yang akan diberikan.
  Dalam Matan Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah diterangkan bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
  Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini. (Lebih lanjut dapat dibaca dalam http://m.muhammadiyah.or.id/content-44-det-tentang-muhammadiyah.html).
  Nah, dari sini secara sederhana kita dapat melihat bahwa ruang lingkup pengabdian Muhammadiyah tak terbatas. Muhammadiyah aktif dalam bidang pendidikan dengan cara membangun sekolah, pondok pesantren bahkan Perguruan Tinggi. Dalam bidang kesehatan, Muhammadiyah mendirikan klinik bahkan rumah sakit. Di era pandemi covid-19 ini, terlihat Muhammadiyah sangat aktif terjun membantu masyarakat. di bidang sosial-pun, Muhammadiyah mendirikan panti asuhan, pengembangan filantropi (Lazismu) dan lainya. Sementara dalam bidang ekonomi, Muhammadiyah juga sangat berperan bagi masyarakat.
     Inilah mengapa, -penulis- memilih logika pengabdian tanpa batas untuk Muhammadiyah dalam Milad ke-111 ini. Bukan tanpa sebab, pengabdian yang di lakukan Muhammadiyah sejak 1912 sampai dengan saat ini, tidak dapat dinilai. Artinya, totalitas pengabdian Muhammadiyah benar-benar sebuah “nilai” yang tak ternilai.
   Dengan semangat pengabdian totalitas yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah, maka eksistensi Muhammadiyah sudah tidak bisa diragukan lagi. Dengan bahasa lain, Muhammadiyah telah berkhitmad untuk negeri, dari awal kelahiran, masa saat ini, dan masa yang akan datang. Sungguh pengabdian yang luar biasa besarnya.
  Tidak kalah menariknya lagi adalah tentang brand “Islam Berkemajuan”. Kata berkemajuan dalam sederhananya-menurut penulis- bermakna “tidak berdiam diri”, “tidak statis”, “ingin berubah menjadi lebih baik” dan makna-makna lainya yang banyak terdapat dalam referensi keilmuan. Itulah mengapa brand tersebut sangat melekat di Muhammadiyah.
  Menurut hemat penulis, bahwa Islam Berkemajuan sebuah keniscayaan. Islam Berkemajuan bukan dimaknai dengan anggapan-anggapan yang tidak bertanggungjawab. Anggapan yang tanpa didasari oleh ilmu pengetahuan itu justru menunjukkan ketidak mampuan dalam memaknai sebuah ungkapan. Yakinlah, bahwa Islam Berkemajuan tidak berada pada sebuah ruang hampa tanpa makna.
   Menurut Muhammad Qorib dalam “Kompasia.com”, tanggal 17 November 2018 disebutkan bahwa Islam berkemajuan bermuara pada predikat rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semua). Kalimat tersebut mengandung cita-cita kuat untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan, damai dengan alam sekitar dalam kerangka pengabdian kepada Allah. Predikat rahmatan lil ‘alamin berupaya menghidupkan kembali tiga relasi harmonis bagi terlaksananya kehidupan di dunia ini, yaitu: relasi seoarang Muslim Kepada Allah, relasi seoarang Muslim kepada sesama manusia dan tentu yang tidak boleh dilupakan adalah relasi seorang Muslim kepada alam sekitar. Itulah hakikat Islam Berkemajuan.
     Ketiga relasi tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga relasi tersebut menjadi bagian yang penting dalam berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Sebuah relasi yang mencangkup aspek-aspek ajaran agama Islam. Disinilah pemaknaan yang utuh dan menyeluruh diperlukan dalam memahami brand Islam Berkemajuan.
    Dalam konteks pengabdian, makna berkemajuan merupakan sebuah paradigma untuk “membebaskan” Muhammadiyah dari belenggu-belenggu yang akan mengkerdilkan gerakan Muhammadiyah itu sendiri. Muhammadiyah telah teruji dengan beragam “serangan” dari pihak-pihak yang tidak menghendaki Muhammadiyah berkembang pesat. Beragam “serangan” tersebut, justru membuktikan bahwa Muhammadiyah tetap konsisten dalam gerakan dakwah Islam.
  Muhammadiyah akan terus mengabdikan diri bagi kepentingan umat manusia dan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wujud pengabdian tersebut sudah dirancang dengan baik oleh kader-kader terbaik Muhammadiyah dan disyahkan dalam Muktamar sebagai forum pengambil keputusan tertinggi.
  Pada milad Muhammadiyah ke-111 tahun 2020 ini, tentunya Muhammadiyah akan senantiasa berkhidmat untuk negeri. Berkhidmat sepanjang masa tanpa kenal lelah, meskipun muktamar Muhammadiyah di Solo diundur. Saya yakin semangat untuk berkiprah memajukan peradaban manusia tiada pernah akan berhenti.
  Sang surya tetap bersinar dalam kondisi apapun. Senantiasa menyinari negeri yang bernama Indonesia. Lihat lah logo milad Muhammadiyah ke-111. Dalam logo tersebut dilukiskan tentang kiprah Muhammadiyah yang menjulang dalam bingkai bendera merah putih. Logo ini-pun sebagai simbol bahwa Muhammadiyah akan senantiasa mempersatukan Indonesia dengan berbagai keragamanya. Selamat milad Muhammadiyah ke-111.

0 Comments:

Post a Comment